Kini saya akan berbagi kisah
saya ketika SMP
Tepatnya saat itu setelah
sekian lama menunggu ijazah keluar, sepulang dari santren saya membantu ibuk di
toko kecil dalam rumah saya. Hingga tiba suatu saat saya ingin daftar di sebuah
sekolah menengah atas di kabupaten madiun kota caruban, awalnya allhamdulillaah
lancar lancar saja, hari pertama kedua peringkat danem saya masih bisa
diprediksi masuk, namun kadang memang apa yang kita kehendaki belum tentu
Allooh meridhoi, hari ketiga ketika saya masuk untuk melihat daftar danem
ternyata saya jatuh hingga akhirnya saya cabut dari sekolah itu, spontan saya
kaget dan kuambil phone di tas lalu ku telp ibunda, ibunda memang sangat
respect sekali terhadap putrinya, seketika ibuk dan ayah langsung menyusulku.
Saya pun bergegas bersama ibuk untuk melajukan sepeda motor ke arah SMAN 2
Madiun. Namun Allooh memang Maha tau segalanya, ditengah perjalanan ijazah yang
semual berada di tanganku hilang tertiup[ angin begitu saja, aku tersadar dan
baru menyadari bahwa ijazah sudah tidak lagi di tanganku. Saya pun memberitahu
ibuk dan ibuk shock sesaat dalam batin kok bisa sih ijazah hilang begitu? T.T
saya pun ingin menangis namun saya tekad bahwa saya harus kuat di depan ibuk,
ibuk sedang panik kalau melihat saya menangis justru akan membuat beliau makin
panik. Saya terus menunduk menelusuri jejak kami waktu perjalanan sepabjang 5
km saya berjalana n dengan ibuk, namun tidak terdapat ijazah saya yang terbawa
angin tersebut. Ibunda dan saya pulang, dilanjutkan ayah ke kantor polisi untuk
melaporkan berita kehilangan baik di TV maupun radio, setelah mendapatkansurat
kehilangan dari polisi, Allhamdulillaah ternyata Allooh masih memebrikan
jalan-Nya. Di dalam tas masih ada FotoCopyan Ijazah, malam itu keluarga sedang
rumit sekali dengan kejadian tersebut, mas uut selaku mas sepupu saya langsung
menghubungi pakdhe saya yang dimadiun untuk pendaftaran di salah satu SMA
kabupaten madiun, mas ut pun ikut repot, Fotocopy ijzah yang masih tertinggal
tersebut langsung di copy banyak oleh mas ut. Besoknya sudah hari terakhir
pendaftaran sekolah saat itu. Malam itu saya begitu pedih yang saya khawatirkan
bukan ijazah namun bunda dan ayah serta eyang ti, pikiran pun terasa kacau,
sejak kejadian itu saya bertekad untuk nurut kemauan orangtua, karena sebelum
kejadian tersebut, ayah bunda pernah mengutarakan bahwa kalo gak bisa di SMA
mejayan ya di nglames saja. Esok nya saya diantar ibuk ke SMAN 1 Nglames,
allhamdulillaah berkat doa bunda ayah dan eyang saya di terima.
Allhamdulillaah... Allooh begitu sayang dengan hamba-Nya.
Pelajaran yang didapat dalam
hal ini adalah sebuah keikhlasan, ikhlas membutuhkan waktu, bukan hanya waktu,
namun ketegaran batin lah yang utama. Apabila dalam diri sudah terbekal
keikhlasan, maka akan tertanam jiwa yang sabar dan tabah J,namun saya bukan termasuk orang mukhlisin,
masih banyak kekurangan, masih banyak dosa yang saya perbuat dalam diri saya
sehingga ia sulit masuk dalam kalbu saya. T.T hanya para orang orang shaleh
yang pastinya bisa ikhlas atas segala ketentuan Allooh, namun saya wanita lemah
ini masih berupaya dan masih belajar dan belajar lagi dari para orang2 shaleh
tentang keikhlasan,
Ikhlas tak terdefinisikan
artinya, ikhlas seperyi surat Al-Ikhlas yang tidak ada kata Ikhlas di dalamnya,
selama ikhlas masih terucap berarti belum ikhlas, karena dia yang ikhlas yang
senantiasa berbuat tanpa pernah menyebut keikhlasannya.
Sungguh ikhlas itu seperti
bakteri yang tak terlihat oleh mata, ia seperti benang halus berusaha menyusup
dalam kalbu kita, ia bagaikan protein yang selalu dibutuhkan sebagai energi,
ikhlas akan tumbuh ketika ribuan tamparan hidup menghujam batin. Ia tidak akan
terasa telah tertanam dalam jiwa kita jika kita selalu bersyukur dan bersabar
dalam tiap ujian-Nya, ujian-Nya memanglah akan membuahkan tangis kita, namun
dengan cara itulah Allooh merengkuh kita, Allooh menyayangi kita, Allooh mencintai
hamba-Nya dari berbagai arah dan cara, Allooh diatas segalanya <3
Syukuri dan nikmati seluruh
rencana yang telah Allooh buat untuk kita :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar