Zahro dari bahasa arab berarti Bunga, Zahrotuddunya merupakan bunga dunia. Bukan apa-apa bukan nge sok sok an buat blog ini. Blog ini Allhamdulillaah saya namai Zahrotuddunya atas dasar bunga merupakan tanaman yang sangat saya sukai, saya juga terinspirasi sebagaimana Al Ustadz Al- Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Al-Aydrus ngendika pada saat itu disebuah ceramah beliau dalam acara pengajian di suatu tempat (lupa) di daerah kota malang, beliau ngendika kurang lebih seperti ini *wanita diciptakan sangat indah sangat mulia sangat unik, bahkan alkhlaqnya pun terjaga, setiapa gerak gerik wanita menetukan akhlaqnya, wanita diberi kekuatan yang lebih, wanita adalah sosok yang istimewa, bayangkan ketika sholat(ketika sujud) wanita dianjurkan untuk merapatkan kakinya dan ketika menyentuh sajadah tangan membentuk huruf V di dada ketika sujud, ketika takbiratul ikram wanita dianjurkan mengangkat tangannya agar tidak lebar lebar(hanya setelinga), ketika bersedekap wanita dianjurkan sedekap (bukan yang melebar sedekapnya) , dan kakinya dirapatkan, karena dalam sholat laki-laki dalam waniat itu beda. Begitu indah nya wanita. Wanita harus bisa menjaga kehormatannya, ia bak ratu yang dimuliakan. Wanita sholichah bagikan rembulan bagaikan Zahrotuddunya. Jadilah Zahrotuddunya, bunga nya dunia, akhlaqnya mulia. Begitu apa yang Al habib sholeh tauziyahkan saat itu, oleh karena itu, blog ini ada karena anda wahai para wanita calon bidadari surga (aamiin) blog ini akan berbagi kisah kasih tentang kisah-kisah tentang para wanita, akhlaq dan akan berbagi juga tentang ilmu-ilmu yang terbatas dalam diri yang akan saya share. Blog ini memang saya yang membuat tapi blog ini untuk anda semua. Nama Zahrotuddunya dalam blog ini bukan semata-mata menamai, blog ini sudah saya buat sejak sebulan lalu namun karena belum mempunyai ide yang cantik untuk blog ini maka pribadi memutuskan untuk berfikir sejenak tentang nama dari blog ini demi keberkahan dan kemanfaatan saudara saudari semua. Blog mulai aktif saya pergunakan sejak tanggal 27 oktober 2014. Blog ini saya buat atas dasar izin ibunda ayah , eyang ti serta para asatidz yang saya ta^dhimi. Karena beliau beliaulah ilmu mereka dapat saya sampaikan melalui tulisan tulisan kecil yang saya buat ini mungkin masih banyak kekurangan dalam penulisan saya, pemahaman maupun penyampaian ilmu didalamnya. Blog ini berdiri sebagai bunga, bunga bunga ilmu, dan semoga para pembaca juga dapat menjadi zahrotuddunya wal akhirah aamiin... apabila salah dalam penyampaian ilmu mohon kritikannya, karena saya hanya wanita akhir zaman yang haus akan ilmu, yang berada disuatu barisan dan deretan yang sedang berusaha mencari ilmu, yang semoga barokah untuk diri dan semuanya, semoga atas bimbingan dari ustadz ustadz saya, dapat membagikan secuil ilmu yang saya dapatkan. Saya menyukai kritikan yang mempunyai dasar dan pedoman.
zahrotuddunya
Selasa, 28 Oktober 2014
Senin, 27 Oktober 2014
Mutiara Ilahi Robbi :)
Kini saya akan berbagi kisah
saya ketika SMP
Tepatnya saat itu setelah
sekian lama menunggu ijazah keluar, sepulang dari santren saya membantu ibuk di
toko kecil dalam rumah saya. Hingga tiba suatu saat saya ingin daftar di sebuah
sekolah menengah atas di kabupaten madiun kota caruban, awalnya allhamdulillaah
lancar lancar saja, hari pertama kedua peringkat danem saya masih bisa
diprediksi masuk, namun kadang memang apa yang kita kehendaki belum tentu
Allooh meridhoi, hari ketiga ketika saya masuk untuk melihat daftar danem
ternyata saya jatuh hingga akhirnya saya cabut dari sekolah itu, spontan saya
kaget dan kuambil phone di tas lalu ku telp ibunda, ibunda memang sangat
respect sekali terhadap putrinya, seketika ibuk dan ayah langsung menyusulku.
Saya pun bergegas bersama ibuk untuk melajukan sepeda motor ke arah SMAN 2
Madiun. Namun Allooh memang Maha tau segalanya, ditengah perjalanan ijazah yang
semual berada di tanganku hilang tertiup[ angin begitu saja, aku tersadar dan
baru menyadari bahwa ijazah sudah tidak lagi di tanganku. Saya pun memberitahu
ibuk dan ibuk shock sesaat dalam batin kok bisa sih ijazah hilang begitu? T.T
saya pun ingin menangis namun saya tekad bahwa saya harus kuat di depan ibuk,
ibuk sedang panik kalau melihat saya menangis justru akan membuat beliau makin
panik. Saya terus menunduk menelusuri jejak kami waktu perjalanan sepabjang 5
km saya berjalana n dengan ibuk, namun tidak terdapat ijazah saya yang terbawa
angin tersebut. Ibunda dan saya pulang, dilanjutkan ayah ke kantor polisi untuk
melaporkan berita kehilangan baik di TV maupun radio, setelah mendapatkansurat
kehilangan dari polisi, Allhamdulillaah ternyata Allooh masih memebrikan
jalan-Nya. Di dalam tas masih ada FotoCopyan Ijazah, malam itu keluarga sedang
rumit sekali dengan kejadian tersebut, mas uut selaku mas sepupu saya langsung
menghubungi pakdhe saya yang dimadiun untuk pendaftaran di salah satu SMA
kabupaten madiun, mas ut pun ikut repot, Fotocopy ijzah yang masih tertinggal
tersebut langsung di copy banyak oleh mas ut. Besoknya sudah hari terakhir
pendaftaran sekolah saat itu. Malam itu saya begitu pedih yang saya khawatirkan
bukan ijazah namun bunda dan ayah serta eyang ti, pikiran pun terasa kacau,
sejak kejadian itu saya bertekad untuk nurut kemauan orangtua, karena sebelum
kejadian tersebut, ayah bunda pernah mengutarakan bahwa kalo gak bisa di SMA
mejayan ya di nglames saja. Esok nya saya diantar ibuk ke SMAN 1 Nglames,
allhamdulillaah berkat doa bunda ayah dan eyang saya di terima.
Allhamdulillaah... Allooh begitu sayang dengan hamba-Nya.
Pelajaran yang didapat dalam
hal ini adalah sebuah keikhlasan, ikhlas membutuhkan waktu, bukan hanya waktu,
namun ketegaran batin lah yang utama. Apabila dalam diri sudah terbekal
keikhlasan, maka akan tertanam jiwa yang sabar dan tabah J,namun saya bukan termasuk orang mukhlisin,
masih banyak kekurangan, masih banyak dosa yang saya perbuat dalam diri saya
sehingga ia sulit masuk dalam kalbu saya. T.T hanya para orang orang shaleh
yang pastinya bisa ikhlas atas segala ketentuan Allooh, namun saya wanita lemah
ini masih berupaya dan masih belajar dan belajar lagi dari para orang2 shaleh
tentang keikhlasan,
Ikhlas tak terdefinisikan
artinya, ikhlas seperyi surat Al-Ikhlas yang tidak ada kata Ikhlas di dalamnya,
selama ikhlas masih terucap berarti belum ikhlas, karena dia yang ikhlas yang
senantiasa berbuat tanpa pernah menyebut keikhlasannya.
Sungguh ikhlas itu seperti
bakteri yang tak terlihat oleh mata, ia seperti benang halus berusaha menyusup
dalam kalbu kita, ia bagaikan protein yang selalu dibutuhkan sebagai energi,
ikhlas akan tumbuh ketika ribuan tamparan hidup menghujam batin. Ia tidak akan
terasa telah tertanam dalam jiwa kita jika kita selalu bersyukur dan bersabar
dalam tiap ujian-Nya, ujian-Nya memanglah akan membuahkan tangis kita, namun
dengan cara itulah Allooh merengkuh kita, Allooh menyayangi kita, Allooh mencintai
hamba-Nya dari berbagai arah dan cara, Allooh diatas segalanya <3
Syukuri dan nikmati seluruh
rencana yang telah Allooh buat untuk kita :)
kisah kasih perjalanan tholabul ilmi dalam dunia pesantren mini ku kabupaten ngawi
Nama
lengkapku Aga Aulia Sintaria, saya terlahir dari pasangan suami istri Bambang
sugeng Budiono ayah saya, dengan seorang wanita terhebat, wanita yang sangat
kucintai dan begitu berharga, yang bernama sriati, ummi ku, ibundaku, segalaku.
Tepatnya tanggal 18 juni 1993 masehi saya dilahirkan dengan penuh cinta dan
kasih sayang, mata mengeluarkan airnya dan lisan pun menangis sejadijadinya jam
1 malam itu. Saya terlahir di suatu klinik miliknya bu endras dan pak joni,
mereka berdua merupakan dokter keluarga saya hingga saat ini.
Terasa
bahagia saat kecil itu, berada di tengah-tengah keluarga yang begitu
menyayangiku, eyang kakung(alm), ayang ti, ayah bunda, bulik, om tante,
Menurut
orang2 saya cucu kesayangan eyang kung dan eyang ti dari ngawi, cinta mereka
berdua mengalahkan cinta ayah dan bunda. kecilku yang begitu di eman oleh
beliau-beliau, seperti cucu emas, yang ter protective dari segala arah, hingga
eyang kung tidak pernah membiarkan orang menyakitiku.
Eyang ti
dan eyang kung begitu mencintaiku, tangan mereka tak pernah menyakitiku hingga
saat ini.
Ketika
usia 3 tahun, saya di privat ngaji sendiri oleh eyang kung. Hingga suatu saat
saya berusia 5 tahun eyang berusaha melepas saya untuk diasuh, dan dibimbing
ilmu agama oleh mbah mul beliau
merupakan kyai pertama di tetangga desa, beliau merupakan guru pertamaku di
desa itu, saat itu saya didaftarkan sebagai santri junior di pesantren asuhan
beliau, karena mbah mul begitu lekat dengan keluargaku saya langsung diterima
baik. Tlokasi asuhan pesantren beliau di tengah tengah sawah , untuk sampai di
pesantren itu cukup memakan waktu yang lama bagiku karena masih kecil, harus
melewati sungai dan ladang-ladang sawah, dan kadang saya digendong oleh
mbak-mbak karena saya paling cengeng dan risih jika terkena becek (:D) , yang
paling sering menggendong saya yaitu mbak susi, mbak susi banyak mengabdi pada
keljuarga terutama eyang, mbak susi sering dititipi saya untuk dijaga ketika
ngaji, harus utuh karena berangkat utuh maka pulangnya harus utuh J , karena saya masih imut imut, jadwal ngaji bagi
saya tidaklah padat, hanya ngaji iqra dan juz amma, ketika usia 5,5 tahun masuk TK, karena TK nya
agak jauh dari rumah, eyang selalu antar jemput, namun itu tidak berlangsung
lama, karena eyang juga harus ngajar di desa dan bercocok tanam juga. Terpaksa
saya diajari naik sepeda mini, yang dibelikan beliau di pasar talok desa
sembung. Karena mungkin saat itu saya masih belum ngerti, saya ngambek sama
eyang dan tidak mau sekolah lagi karena eyang sudah gak mau ngantar saya lagi,
kemudian eyang memintaku untuk menyebutkan seluruh permintaanku, agar aku mau
sekolah, tapi jawaban saya tetap sama *mau sekolah kalo ada eyang dan eyang
tetap menunggu di sekolah* haha egois banget yaa... Akhirnya eyang temukan
jalan keluar, saya masih tetap dianter eyang tapi eyang tetap menggunakan
sepeda belanda eyang, sedangkan saya di depan eyang naik sepeda sendiri dan
tidak lepas dari pantauan eyang. Eyang tidak mau kalo saya sampai jatuh (maklum
masih manja ey).
pernah
suatau saat saya ditilap sama eyang kebetulah TK saya adakan acara hingga
pulangnya siang, lalu eyang yang biasanya ngantar saya ketika saya diantar
dalam perjalanan ke arah sekolah ketika saya tengok ke belakang saya dapati
eyang kung tidak berada di tempat, spontan saya menangis menjadi jadi, sampai
ada bapak bapak yang nenangin saya lalu dikasih air putih untuk diminum, lalu
tiba tiba eyang kung mencul dengan senyum khasnya. Aku ngambek sama eyang terus
dipeluk :v hahah. Mungkin nunggu itu jenuh ya (iyalah emang jenuh) jadinya
eyang kadang-kadang nyempatin buat ke ladang saat saya belum keluar dari
sekolah dan akan kembali tepat waktu setelah jam saya keluar sekolah, itupun
tanpa sepengetahuan saya.
Kegiatan
seperti biasa, setelah pulang sekolah TK saya tidur siang, makan, dan sorenya
ke pesantren untuk mengaji dengan di antar mbak susi, kadang menginap kalo
ngantuk dan ketiduran (hobi banget tidur), namun eyang selalu minta saya pulang
karena belum tega. Usia 7 tahun allchamdulillaah di pesantren asuhannya mbah mul
sudah bisa baca Al-Qur^an juz awal. Lalu karena menurut belaiu saya sudah tidak
boleh waktunya untuk manja manja lagi, akhirnya romo yai mengajar mabadi^ul
fiqh -à hadduuh masih kecil
begono udah diajarin, its oke menurut eyang malah lebih baik. Lalu usia menjadi
8 tahun, akhirnya pindah nyantren nya, pindah di desa sendiri karena saat itu,
di desa ternyata sudah ada ustadz yang baru selesai mengabdi di pesntren
Al-Ihsan desa paras beserta keluarganya, dan putri dari ustadz itu teman sebaya
saya. Akhirnya saya pindah ngaji di ustadz tersebut, nama beliau Ust. Marzuki,
biasa saya panggil pak, kan begitu kalo di desa, sebelum masuk ngaji di bawah
asuhan ust.marzuki saya selalu diwanti-wanti sama eyang kung supaya jaga akhlaq
jangan nakal, jangan cerewet atau ngeyel kalo diajarin. Sempat mendapat
bimbingan tersendiri dari eyang kung sebelum ngaji ke beliaiu (istimewa bingit
ya) karena ust tersebut termasuk ust
yang tegas bin disiplin. Di ustadz marzuki jadwal ngaji begitu padat bin
rumpik, seusia saya, sekolah MI lagi sorenya setelah siang juga sekolah, namun
ngajinya baru sebatas Fiqh dan Tajwid, dan Akhlaq, sampai mulek mulek. Seharusnya
ada nahwu juga namun saya tidak begitu mendalami ilmu nahwu sulitnya minta
ampun, kalo matematika kan momok waktu ujnian, kalo ngaji gini yang kayak
dikejar hantu ya kalo ngaji nahwu -_-, saya begitu gak mudengnya, kok bisa ya?
Tidak habis pikir saya -_- , sampai eyang kadang kadang marah gara gara saya
pulang tapi *gak NJOWO ilmu Nhawu* huh pasti itu yang selalu diuring sama
beliau, tapi dilain sisi eyang selalu puas kalo ust marzuki laporan sama eyang
kalo ujian Fiqh saya allhamdulillaah :D.
Sampai saat ini nahwu adalah hal yang bisa membuat saya stres kalo
belajar itu, dan belum bisa memahami seutuhnya. Setelah saya menginjak usia
produktif 12 tahun, bandel-bandel nya saya, padahal sebelumnya terdaftar santri
junior yang aktif namun karena berubah bandel, sering banget bolos ngaji,
bahklan kalo sudah pulang gitu ke rumah selalu banyak alasan untuk tidak
kembali ke pesantren mini. Saya sering tidur disamping eyang kalo eyang lagi
mimpin doa bagi bapak2 gitu, dengan tidur pasti saya gak disuruh balik
nyantren, karena eyang orang yang paling keras, eyang gak peduli saya tidur ato
enggak, saya capek ato enggak yang penting berangkat ngaji sekarang!!! Pasti
itu yang dikatakan eyang sambil eyang bawa pentung, pentung khas eyang yang
selalu dobawa saat aku bandel. Sebenarnya gak pernah mentung Cuma buat nakut2in
aja J. Eyang tidak henti2nya
mengingatkanku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan eyang selalu
ngancam akan lapor sama ayah dan bunda kalo ayah bunda pulang, bahwa saya
sangat nakal dan bandel. Saya termasuk jarang atau hampir tidak pernah keluar
hanay saja kenakalan dirumah ato istilahnya bandel banget itu yang saya alami
sejak 1 tahun itu. Nah akhirnya ayah ibuk menetap di ngawi dan pasti tidak akan
kembali ke gresik. Sejak saat itu gemblengan dari sisi manapun baik dari eyang
ti, eyang kung, maupun ayah bunda. namun
bandelnya gak berkelanjutan kok hahha. Allhamdulillaah setelah menerima hukuman
dari eyang saya sadar dan kembali ke jalan yang benar yaitu nyantren dengan
ta^dhim banget bahkan, sebelum2nya saat bandel itu sering gak ngaji karena
capeklah, kangen eyang ibuk dsb banyak banget alasannya, pokoknya lasannya gak
penting banget hhaaahah... Saya nyantren
di ust marzuki sampai SMA kelas 2. Santri pulang karena tempat ngaji kan deket
banget sama rumah.
Hingga
menginjak SMA kelas 2, allhamdulillaah sudah diwisuda oleh ustadz marzuki,
(tapi gak kayak wisuda-wisuda beneran) disini maksudnya wisuda ya syukuran
begitu, hingga aku nyantren lagi di abah adji, beliau merupakan guru ketiga ku,
membimbingku hingga saat ini disamping itu saya mendapatkan bimbingan dari
ustadz isa, sekarang allhamdulillaah seiring berjalannya waktu saya nyantren di
pesantren asy syaafiyah malang sambil kuliah di suatu universitas ternama di malang Universitas Brawijaya, saya
nyantren di PP asy syaafiyah dibawah asuhan oleh ustadz Isa, pesantren mini,
masih rintisan tapi begitu nyaman kudapati disini. meskipun sudah di malang
menempuh ilmu baru tidak akan mengurangi rasa ta^dhim saya kepada Alm.Eyang
kung, Abah Adji, mbah mul dan ust Marzuki beliau beliau lah yang telah
membimbing dan memberi bekal ilmu yang sangat begitu bermanfaat dan barokah
hingga saat ini, allhamdulillaah. J
Inilah
sebuah cerita singkat perjalanan mencari ilmu di berbagai pesantren mulai dari
masa kecil hingga hingga saat ini... :)
Langganan:
Postingan (Atom)


